Seperti yang kita ketahui, Psikologi Pendidikan adalah ilmu psikologi di bidang pendidikan. mudahnya adalah, kita mempelajari bagaimana memahami pengajaran dan pembelajaran dalam bidang pendidikan.
di Psikologi Pendidikan, materi yang didapatkan sebagai berikut ;
1. Ruang lingkup Psikologi Pendidikan
2. Belajar
3. Psikologi pendidikan dan teknologi
4. Psikologi dan tahap perkembangan pendidikan
5. Motivasi & Proses kognitif
6. intelegensi
7. pendidikan multikultural
8. psikologi sekolah
9. pendidikan anak pra-sekolah
10. pedagogi &Andragogi
11. pengelolaan kelas
12. bimbingan dan konseling
dari materi-materi diatas, kita dapat mengetahui bahwa yang dipelajari pada Psikologi pendidikan adalah segala hal yang berbau pembelajaran dan pendidikan. dalam psikologi pendidikan dibahas jauh lebih dalam mengenai segala sesuatu tentang pendidikan. seperti bagaimana cara belajar yang baik, bagaimana cara mengajar yang baik, mengajar anak-anak yang baik, mengajar orang dewasa yang baik, bahkan mengajar anak berkebutuhan khusus secara baik dan tepat.
mempelajari Psikologi Pendidikan sangat penting, karena kita juga dapat memahami bagaimana suatu proses pembelajaran yang baik itu dapat terlaksana. sehingga kita dapat melakukan pengajaran dan belajar secara tepat pula.
bagaimana hasilnya jika kita mengajar tanpa tahu proses mengajar yang tepat? kita mengajar hanya mengajar begitu saja, tanpa melihat bagaimana cara mengajar yang baik untuk para murid.
dengan psikologi pendidikan juga kita dapat mengetahui cara mengajar yang mungkin tidak didapatkan oleh guru lain yang tidak pernah belajar bagaimana cara mengajar yang baik.
nah seperti apa cara mengajar yang baik itu? selebihnya akan dijelaskan di kelas Psikologi Pendidikan
terimakasih dan semoga bermanfaat (:
Monday, June 16, 2014
Saturday, June 14, 2014
Beberapa materi di Psikologi Pendidikan
INTELEGENSI
Beberapa ahli mendeskripsikan intelegensi sebagai keahlian untuk memecahkan masalah (problem-solving), yang lainnya mendeskripsikannya sebagai kemampuan untuk beradaptasi dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari.
Tes Intelegensi Individual
Tes Binet
Binet mengembangkan konsep mental age(MA) , yakni level perkembangan mental individu yang berkaitan dengan perkembangan lain. Pada 1912 William Stern menciptakan konsep intelligence quotien (IQ), rumusnya, IQ = MA/CA x 100. Dimana MA = mental age dan CA= Chronologic Age yaitu umur sebenarnya
Skala Weschler
Tes ini mencakup Weschles Preschool and Primary Scale of Intelligenve-Revised (WPPSI-R) untuk menguji anak usia 4 sampai 6 1/2 tahun ; Weschles Intelligence Scale for Children-Revised (WISC-R) untuk anak dan remaja dari usia 6 hingga 16tahun ; dan Weschles Adult Intelligence Scale-Revised (WAIS-R)
MOTIVASI
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arahan, dan kegigihan perilaku.
Perspektif tentang Motivasi
1. Perspektif Behavioral
Menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif adalah peristiwa atau stimuli negatif atau positif yang dapat memotivasi perilaku murid
2. Perspektif Humanistis
Menekankan pada kapasitas untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka.
Menurut hierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut
•fisiologis ; lapar, haus, tidur
•keamanan(safety) : bertahan hidup, pertahanan dari kejahatan
•cinta dan rasa memiliki : keamanan, kasih sayang, perhatian dari orang lain
•harga diri : menghargai diri sendiri
•aktualisasi diri : realisasi potensi diri
3. Perspektif Kognitif
Pemikiran murid akan memandu motivasi mereka.
4. Perspektif Sosial
Motif untuk berhubungan dengan oranglain secara aman.
PABK (Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus)
Disability : keterbatasan fungsi yang membatasi kemampuan seseorang.
Handicap : kondisi yang dinisbahkan pada seseorang yang menderita ketidakmampuan
Gangguan Indra
-gangguan penglihatan
-gangguan pendengaran
Gangguan Fisik
-gangguan ortopedik biasanya berupa keterbatasan gerak atau kurang mampu mengontrol gerak karena ada masalah otot, tulang, atau sendi
-cerebral palsy gangguan yg berupa lemahnya koordinasi otot, tubuh sangat lemah dan goyah, atau bicaranya tidak jelas.
Retardasi Mental
Kondisi sebelum usia 18tahun yang ditandai dengan rendahnya kecerdasan (biasanya nilai IQ-nya <70) dan sulit beradapasi dengan kehidupan sehari hari
Tipe Retardasi Mental
Syndrome(down syndrome) bentuk retardasi mental yang di transmisikan secara genetik sebagai akibat adanya kromosom ekstra
Fragile X syndrome, bentuk retardasi mental yang ditransmisikan secara genetik sebagai akibat dari kromosom X yang tidak normal
Fetal alcohol syndrome, serangkaian ketidaknormalan, termasuk retardasi mental dan ketidaknormalan wajah, yang menimpa anak dari ibu yang suka minum minuman yang berakohol selama kehamilan
Sent from my iPhone
INTELEGENSI
Beberapa ahli mendeskripsikan intelegensi sebagai keahlian untuk memecahkan masalah (problem-solving), yang lainnya mendeskripsikannya sebagai kemampuan untuk beradaptasi dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari.
Tes Intelegensi Individual
Tes Binet
Binet mengembangkan konsep mental age(MA) , yakni level perkembangan mental individu yang berkaitan dengan perkembangan lain. Pada 1912 William Stern menciptakan konsep intelligence quotien (IQ), rumusnya, IQ = MA/CA x 100. Dimana MA = mental age dan CA= Chronologic Age yaitu umur sebenarnya
Skala Weschler
Tes ini mencakup Weschles Preschool and Primary Scale of Intelligenve-Revised (WPPSI-R) untuk menguji anak usia 4 sampai 6 1/2 tahun ; Weschles Intelligence Scale for Children-Revised (WISC-R) untuk anak dan remaja dari usia 6 hingga 16tahun ; dan Weschles Adult Intelligence Scale-Revised (WAIS-R)
MOTIVASI
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arahan, dan kegigihan perilaku.
Perspektif tentang Motivasi
1. Perspektif Behavioral
Menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif adalah peristiwa atau stimuli negatif atau positif yang dapat memotivasi perilaku murid
2. Perspektif Humanistis
Menekankan pada kapasitas untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka.
Menurut hierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut
•fisiologis ; lapar, haus, tidur
•keamanan(safety) : bertahan hidup, pertahanan dari kejahatan
•cinta dan rasa memiliki : keamanan, kasih sayang, perhatian dari orang lain
•harga diri : menghargai diri sendiri
•aktualisasi diri : realisasi potensi diri
3. Perspektif Kognitif
Pemikiran murid akan memandu motivasi mereka.
4. Perspektif Sosial
Motif untuk berhubungan dengan oranglain secara aman.
PABK (Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus)
Disability : keterbatasan fungsi yang membatasi kemampuan seseorang.
Handicap : kondisi yang dinisbahkan pada seseorang yang menderita ketidakmampuan
Gangguan Indra
-gangguan penglihatan
-gangguan pendengaran
Gangguan Fisik
-gangguan ortopedik biasanya berupa keterbatasan gerak atau kurang mampu mengontrol gerak karena ada masalah otot, tulang, atau sendi
-cerebral palsy gangguan yg berupa lemahnya koordinasi otot, tubuh sangat lemah dan goyah, atau bicaranya tidak jelas.
Retardasi Mental
Kondisi sebelum usia 18tahun yang ditandai dengan rendahnya kecerdasan (biasanya nilai IQ-nya <70) dan sulit beradapasi dengan kehidupan sehari hari
Tipe Retardasi Mental
Syndrome(down syndrome) bentuk retardasi mental yang di transmisikan secara genetik sebagai akibat adanya kromosom ekstra
Fragile X syndrome, bentuk retardasi mental yang ditransmisikan secara genetik sebagai akibat dari kromosom X yang tidak normal
Fetal alcohol syndrome, serangkaian ketidaknormalan, termasuk retardasi mental dan ketidaknormalan wajah, yang menimpa anak dari ibu yang suka minum minuman yang berakohol selama kehamilan
Sent from my iPhone
Thursday, June 12, 2014
Pengalaman Belajar Pendagogi dan Andragogi
PENDAGOGI
Seperti pengertiannya, Pendagogi adalah ilmu atau seni dalam menjadi guru. istilah ini merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran. Pendagogi dikhususkan strategi pembelajaran untuk anak-anak.
Salah satu contoh pendagogi adalah pembelajaran pada saat SD, sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya saat SD yang berhubungan dengan pendagogi dilihat dari isi pendagogi itu sendiri.
1. Metode pelatihan pasif, seperti metode ceramah. Pada saat SD cara belajar kita pasif, tidak seperti pada saat kuliah yang harus aktif dikelas sehingga mudah memahami materi. Pada saat SD kita semua mendapatkan materi dari guru dan mencatatnya, atau menghafalnya jika ingat. kita tidak berdiskusi di kelas untuk mengkritik atau memberi saran materi yang sudah kita pahami seperti di kuliah.
2. belajar berpusat pada isi atau pengetahuan teoritis. Pada saat SD, yang kita pahami dan ketahui adalah materi yang diberikan guru. Tanpa ada memahami yang berisi pengalaman hidup sendiri. yang kita ikuti juga biasanya adalah teori-teori yang ada pada buku pegangan.
3. Peserta berkontribusi sedikit pengalaman. pada saat SD kita masih minim pengalaman, sehingga proses pembelajaran yang kita dapat mutlak dari guru atau buku pegangan tanpa ada melihat ke sisi pengalaman diri sendiri.
4. Diasumsikan bahwa siswa tidak berpengalaman atau kurang informasi. pada saat SD guru memberi pelajaran-pelajaran atau informasi-informasi baru karena mereka menganggap kita tidak berpengalaman.
5. Guru mengontrol waktu dan kecepatan. Pada saat SD, semua jelas diatur oleh guru. guru memberi tahu kapan tugas harus di kumpul, dan guru juga mengontrol sejauh mana tugas itu selesai. guru terus mengingati tugas. karena guru menganggap kita masih kurang memiliki rasa tanggung jawab.
6. guru sebagai sumber utama yang memberikan ide-ide atau contoh-contoh. di SD kita mendapatkan contoh-contoh atau ide-ide membuat sesuatu mutlak dari guru, bukan dari siswa didik seperti kita.
Pengalaman Pribadi Berdasarkan Asumsi Pedagogi
1. ketergantungan. Pada saat SD, saya banyak bergantung pada guru. semua pemahaman pelajaran bergantung pada guru. belum ada rasa tanggung jawab untuk memahami sendiri pelajaran yang diajarkan.
2. Berpusat pada substansi mata pelajaran. di SD, semuanya berpusat pada pelajaran, tidak membahas tentang masalah yang dihadapi. seperti pelajaran B.Inggris, Matematika, IPA, IPS,dll
Jadi intinya, pada saat tahap Pendagogi, semua pembelajaran yang saya dapatkan sangat-sangat bergantung pada guru. Dikarenakan juga saya yang masih minim dengan pengalaman hidup.
ANDRAGOGI
Jika seperti yang kita ketahui Pendagogi adalah metode pengajaran untuk mengarahkan anak-anak. sehingga yang kita ambil contoh adalah pengalaman saya ketika SD, Andragogi mengarahkan atau metode pembelajaran orang dewasa. dan sekarang saya akan mengambil contoh pengalaman andragogi yaitu pembelajaran saat kuliah berdasarkan isi dari Andragogi itu sendiri
1. Menggunakan metode pelatihan aktif. tidak seperti di SD, pada saat kuliah jika ingin memahami materi kita harus belajar secara aktif. aktif disini seperti aktif berbicara mengeluarkan pendapat, aktif memberikan saran maupun kritik, aktif memberikan informasi, atau aktif bertanya jika tidak memahami materi yang disampaikan
2. belajar berpusat pada masalah kehidupan nyata. Pada saat kuliah ataupun pembelajaran orang dewasa, pembelajaran itu berfokus pada masalah keseharian kita. pembelajaran juga digunakan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari kita.
3. gaya belajar independen. atau gaya belajar bebas. bebas dalam artian disini, dosen atau guru hanya sebagai fasilitator untuk menyampaikan materi. bukan sebagai penanggung jawan kita memahami atau tidaknya suatu materi. pemahaman materi dan penguasaan materi benar-benar menjadi tanggung jawab diri sendiri.
4. keterlibatan atau kontribusi peserta sangat penting. berbeda dengan di SD, jika murid tidak datang, tidak mempengaruhi pelajaran yang diajarkan guru. tetapi pembelajaran orang dewasa membutuhkan peran peserta dikarenakan dengan pengalaman peserta lain kita mendapatkan pemahaman juga. itu mengapa peran peserta lain juga sangat penting.
5. Pembelajaran mempengaruhi waktu dan kegiatan. pembelajaran di kuliah sekarang sangat mempengaruhi waktu kita. kita sebagai orang dewasa harus pandai-pandai memahami bagaimana pembelajaran itu dapat mempengaruhi waktu maupun kegiatan kita di dunia luar.
6. Peserta dianggap sebagai sumber utama untuk ide-ide dan contoh. tidak seperti pada saat SD, guru menjadi sumber utama ide-ide. pada saat kuliah dan pembelajaran orang dewasa, peserta disini berhak sekaligus bertanggung jawab untuk menjadi pemberi ide-ide atau contoh-contoh berdasarkan pemahaman, maupun pengalaman diri sendiri.
Begitulah lebih-kurang pengalaman saya pada masa Pedagogi maupun Andragogi yang sekarang lagi saya jalani. terimakasih(:
Seperti pengertiannya, Pendagogi adalah ilmu atau seni dalam menjadi guru. istilah ini merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran. Pendagogi dikhususkan strategi pembelajaran untuk anak-anak.
Salah satu contoh pendagogi adalah pembelajaran pada saat SD, sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya saat SD yang berhubungan dengan pendagogi dilihat dari isi pendagogi itu sendiri.
1. Metode pelatihan pasif, seperti metode ceramah. Pada saat SD cara belajar kita pasif, tidak seperti pada saat kuliah yang harus aktif dikelas sehingga mudah memahami materi. Pada saat SD kita semua mendapatkan materi dari guru dan mencatatnya, atau menghafalnya jika ingat. kita tidak berdiskusi di kelas untuk mengkritik atau memberi saran materi yang sudah kita pahami seperti di kuliah.
2. belajar berpusat pada isi atau pengetahuan teoritis. Pada saat SD, yang kita pahami dan ketahui adalah materi yang diberikan guru. Tanpa ada memahami yang berisi pengalaman hidup sendiri. yang kita ikuti juga biasanya adalah teori-teori yang ada pada buku pegangan.
3. Peserta berkontribusi sedikit pengalaman. pada saat SD kita masih minim pengalaman, sehingga proses pembelajaran yang kita dapat mutlak dari guru atau buku pegangan tanpa ada melihat ke sisi pengalaman diri sendiri.
4. Diasumsikan bahwa siswa tidak berpengalaman atau kurang informasi. pada saat SD guru memberi pelajaran-pelajaran atau informasi-informasi baru karena mereka menganggap kita tidak berpengalaman.
5. Guru mengontrol waktu dan kecepatan. Pada saat SD, semua jelas diatur oleh guru. guru memberi tahu kapan tugas harus di kumpul, dan guru juga mengontrol sejauh mana tugas itu selesai. guru terus mengingati tugas. karena guru menganggap kita masih kurang memiliki rasa tanggung jawab.
6. guru sebagai sumber utama yang memberikan ide-ide atau contoh-contoh. di SD kita mendapatkan contoh-contoh atau ide-ide membuat sesuatu mutlak dari guru, bukan dari siswa didik seperti kita.
Pengalaman Pribadi Berdasarkan Asumsi Pedagogi
1. ketergantungan. Pada saat SD, saya banyak bergantung pada guru. semua pemahaman pelajaran bergantung pada guru. belum ada rasa tanggung jawab untuk memahami sendiri pelajaran yang diajarkan.
2. Berpusat pada substansi mata pelajaran. di SD, semuanya berpusat pada pelajaran, tidak membahas tentang masalah yang dihadapi. seperti pelajaran B.Inggris, Matematika, IPA, IPS,dll
Jadi intinya, pada saat tahap Pendagogi, semua pembelajaran yang saya dapatkan sangat-sangat bergantung pada guru. Dikarenakan juga saya yang masih minim dengan pengalaman hidup.
ANDRAGOGI
Jika seperti yang kita ketahui Pendagogi adalah metode pengajaran untuk mengarahkan anak-anak. sehingga yang kita ambil contoh adalah pengalaman saya ketika SD, Andragogi mengarahkan atau metode pembelajaran orang dewasa. dan sekarang saya akan mengambil contoh pengalaman andragogi yaitu pembelajaran saat kuliah berdasarkan isi dari Andragogi itu sendiri
1. Menggunakan metode pelatihan aktif. tidak seperti di SD, pada saat kuliah jika ingin memahami materi kita harus belajar secara aktif. aktif disini seperti aktif berbicara mengeluarkan pendapat, aktif memberikan saran maupun kritik, aktif memberikan informasi, atau aktif bertanya jika tidak memahami materi yang disampaikan
2. belajar berpusat pada masalah kehidupan nyata. Pada saat kuliah ataupun pembelajaran orang dewasa, pembelajaran itu berfokus pada masalah keseharian kita. pembelajaran juga digunakan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari kita.
3. gaya belajar independen. atau gaya belajar bebas. bebas dalam artian disini, dosen atau guru hanya sebagai fasilitator untuk menyampaikan materi. bukan sebagai penanggung jawan kita memahami atau tidaknya suatu materi. pemahaman materi dan penguasaan materi benar-benar menjadi tanggung jawab diri sendiri.
4. keterlibatan atau kontribusi peserta sangat penting. berbeda dengan di SD, jika murid tidak datang, tidak mempengaruhi pelajaran yang diajarkan guru. tetapi pembelajaran orang dewasa membutuhkan peran peserta dikarenakan dengan pengalaman peserta lain kita mendapatkan pemahaman juga. itu mengapa peran peserta lain juga sangat penting.
5. Pembelajaran mempengaruhi waktu dan kegiatan. pembelajaran di kuliah sekarang sangat mempengaruhi waktu kita. kita sebagai orang dewasa harus pandai-pandai memahami bagaimana pembelajaran itu dapat mempengaruhi waktu maupun kegiatan kita di dunia luar.
6. Peserta dianggap sebagai sumber utama untuk ide-ide dan contoh. tidak seperti pada saat SD, guru menjadi sumber utama ide-ide. pada saat kuliah dan pembelajaran orang dewasa, peserta disini berhak sekaligus bertanggung jawab untuk menjadi pemberi ide-ide atau contoh-contoh berdasarkan pemahaman, maupun pengalaman diri sendiri.
Begitulah lebih-kurang pengalaman saya pada masa Pedagogi maupun Andragogi yang sekarang lagi saya jalani. terimakasih(:
Saturday, April 19, 2014
Saturday, March 22, 2014
Pengalaman Hidup yang Berkaitan dengan teori Bronfenbrenner
Fokus utama dalam teori Bronfenbrenner adalah pada konteks sosial dimana anak tinggal dan orang-orang yang mempengaruhi perkembangan anak.
Teori Ekologi Bronfenbrenner terdiri dari lima sistem lingkungan yang merentang dari interaksi interpersonal sampai kepengaruh kultur yang lebih luas. Bronfenbrenner menyebutkan sistem-sistem itu sebagai, mikrosistem, mesosistem, ekosistem, makrosistem, dan kronosistem
Mikrosistem
setting dimana individu menghabiskan banyak waktu. Beberapa konteks dalam sistem ini antara lain keluarga, teman sebaya, sekolah, dan tetangga. Pengalaman hidup saya dalam salah satu sistem ini adalah contohnya bagaimana saya berinteraksi dengan orang disekitar saya dimana saya menghabiskan banyak waktu saya. Seperti dengan teman sekampus saya, cara saya berinteraksi dengan mereka membentuk pola saya berinteraksi juga dengan teman sebaya saya diluar kampus. Atau cara saya bersikap dengan keluarga saya juga menjadi salah satu faktor saya bersikap diluar dengan oranglain yang bukan keluarga saya.
Mesosistem
contohnya adalah hubungan antara pengalaman dalam keluarga dengan pengalaman di sekolah, atau antara keluarga dengan teman sebaya. Pengalaman hidup saya pada sistem ini adalah seperti, jika pada lingkungan keluarga saya di didik untuk menjadi orang yang berani mengemukakan pendapat saya, berani untuk berbicara pada seluruh anggota keluarga, dan berani untuk berdebat untuk mempertahankan pendapat saya. Pengalaman dikeluarga seperti ini yang juga menjadikan salah satu faktor saya jika diluar dari keluarga, seperti disekolah. Di sekolah, saya berani untuk menyatakan pendapat saya. Cara saya berbicara dengan keluarga juga mempengaruhi cara bicara saya dengan teman sebaya. Seperti misal jika di lingkungan keluarga saya berbicara cukup keras diluar dengan teman sebaya saya juga berbicara dengan intonasi yang juga keras.
Eksosistem
Terjadi ketika pengalaman di setting lain (dimana murid tidak berperan aktif) memengaruhi pengalaman murid dan guru dalam konteks mereka sendiri. Contohnya seperti pegawai perpustakaan mengambil salah satu peran, jika perpustakaan tidak di design semenarik mungkin, kecil kemungkinan untuk orang tertarik membaca. Jika dikaitkan dengan kehidupan saya, misalnya jika pembantu rumah saya tidak merapikan meja belajar saya dengan baik, maka saya juga cenderung malas belajar dengan kondisi meja belajar saya yang tidak rapi. Nah peran pembantu rumah tangga dirumah saya mempengaruhi pengalaman saya.
Makrosistem
Kultur yang lebih luas. Kultur adalah istilah luas yang mencakup peran etnis dan faktor sosioekonomi dalam perkembangan anak. Jika dimasukkan ke dalam pengalaman hidup saya adalah saya terlahir dengan suku Batak Mandailing, ayah saya bersuku Batak Mandailing, nah ini menjadikannya memiliki watak yang cukup keras dan tegas, nah itu juga yang mempengaruhi saya, karena terlahir dengan suku Batak Mandailing menjadikan saya orang yang cukup keras. Faktor ekonomi orangtua juga mempengaruhi perkembangan saya. Dilahirkan bukan dari kalangan orang berada saya dituntut untuk tidak memiliki kemauan yang bermacam-macam, dan diajarkan untuk mandiri jika ingin mendapatkan sesuatu.
Kronosistem
Kondisi sosiohistoris dari perkembangan anak. Misalnya murid-murid sekarang ini tumbuh sebagai generasi yang tergolong pertama. anak-anak sekarang adalah generasi pertama yang mendapatkan perhatian setiap hari, generasi pertama yang tumbuh dalam lingkungan elektronik yang dipenuhi oleh komputer, dan bentuk media baru, generasi pertama yang tumbuh dalam revolusi seksual, dan generasi pertama yang tumbuh didalam kota yang semrawut dan tak terpusat, yang tidak lagi jelas batas antara kota, pedesaan, dan subkota. Jika dikaitkan dengan pengalaman hidup saya, saya adalah generai dimana teknologi merajai semuanya, teknologi menuntut kita untuk memiliki dan pandai dalam menggunakannya. Trend teknologi juga sangat menjamur sekarang-sekarang ini, tidak jauh-jauh, saya sendiri juga merasa seperti 'harus' memiliki teknologi terbaru saat ini. tidak mau dikatakan ketinggalan zaman.
Intinya, banyak sistem-sistem menurut Teori Bronfenbrenner yang mempengaruhi perkembangan kehidupan seseorang. Bahkan di kehidupan saya saja teori Bronfenbrenner membenarkannya. Semua sistem yang dikatakan teori memang benar adanya menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan saya, seperti hubungan antara saya dengan orang-orang disekitar saya, hubungan antara saya dengan budaya lahir saya, bahkan hubungan antara saya dengan kemajuan teknologi dan informasi saat ini. Tetapi yang dapat kita ambil maknanya adalah, bagaimanapun faktor yang mempengaruhi perkembangan seseorang hendaklah diambil bagian yang bermanfaatnya agar menjadi seseorang yang berguna. Semua sistem ini juga menuntut kita untuk pandai-pandai memilih dan menggunakan informasi yang kita dapat agar kita tahu mana informasi yang baik dan yang buruk. Semoga bagaimanapun sistem yang terdapat di teori ini memperngaruhi perkembangan kita, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya.
Terimakasih dan semoga bermanfaat (:
Teori Ekologi Bronfenbrenner terdiri dari lima sistem lingkungan yang merentang dari interaksi interpersonal sampai kepengaruh kultur yang lebih luas. Bronfenbrenner menyebutkan sistem-sistem itu sebagai, mikrosistem, mesosistem, ekosistem, makrosistem, dan kronosistem
Mikrosistem
setting dimana individu menghabiskan banyak waktu. Beberapa konteks dalam sistem ini antara lain keluarga, teman sebaya, sekolah, dan tetangga. Pengalaman hidup saya dalam salah satu sistem ini adalah contohnya bagaimana saya berinteraksi dengan orang disekitar saya dimana saya menghabiskan banyak waktu saya. Seperti dengan teman sekampus saya, cara saya berinteraksi dengan mereka membentuk pola saya berinteraksi juga dengan teman sebaya saya diluar kampus. Atau cara saya bersikap dengan keluarga saya juga menjadi salah satu faktor saya bersikap diluar dengan oranglain yang bukan keluarga saya.
Mesosistem
contohnya adalah hubungan antara pengalaman dalam keluarga dengan pengalaman di sekolah, atau antara keluarga dengan teman sebaya. Pengalaman hidup saya pada sistem ini adalah seperti, jika pada lingkungan keluarga saya di didik untuk menjadi orang yang berani mengemukakan pendapat saya, berani untuk berbicara pada seluruh anggota keluarga, dan berani untuk berdebat untuk mempertahankan pendapat saya. Pengalaman dikeluarga seperti ini yang juga menjadikan salah satu faktor saya jika diluar dari keluarga, seperti disekolah. Di sekolah, saya berani untuk menyatakan pendapat saya. Cara saya berbicara dengan keluarga juga mempengaruhi cara bicara saya dengan teman sebaya. Seperti misal jika di lingkungan keluarga saya berbicara cukup keras diluar dengan teman sebaya saya juga berbicara dengan intonasi yang juga keras.
Eksosistem
Terjadi ketika pengalaman di setting lain (dimana murid tidak berperan aktif) memengaruhi pengalaman murid dan guru dalam konteks mereka sendiri. Contohnya seperti pegawai perpustakaan mengambil salah satu peran, jika perpustakaan tidak di design semenarik mungkin, kecil kemungkinan untuk orang tertarik membaca. Jika dikaitkan dengan kehidupan saya, misalnya jika pembantu rumah saya tidak merapikan meja belajar saya dengan baik, maka saya juga cenderung malas belajar dengan kondisi meja belajar saya yang tidak rapi. Nah peran pembantu rumah tangga dirumah saya mempengaruhi pengalaman saya.
Makrosistem
Kultur yang lebih luas. Kultur adalah istilah luas yang mencakup peran etnis dan faktor sosioekonomi dalam perkembangan anak. Jika dimasukkan ke dalam pengalaman hidup saya adalah saya terlahir dengan suku Batak Mandailing, ayah saya bersuku Batak Mandailing, nah ini menjadikannya memiliki watak yang cukup keras dan tegas, nah itu juga yang mempengaruhi saya, karena terlahir dengan suku Batak Mandailing menjadikan saya orang yang cukup keras. Faktor ekonomi orangtua juga mempengaruhi perkembangan saya. Dilahirkan bukan dari kalangan orang berada saya dituntut untuk tidak memiliki kemauan yang bermacam-macam, dan diajarkan untuk mandiri jika ingin mendapatkan sesuatu.
Kronosistem
Kondisi sosiohistoris dari perkembangan anak. Misalnya murid-murid sekarang ini tumbuh sebagai generasi yang tergolong pertama. anak-anak sekarang adalah generasi pertama yang mendapatkan perhatian setiap hari, generasi pertama yang tumbuh dalam lingkungan elektronik yang dipenuhi oleh komputer, dan bentuk media baru, generasi pertama yang tumbuh dalam revolusi seksual, dan generasi pertama yang tumbuh didalam kota yang semrawut dan tak terpusat, yang tidak lagi jelas batas antara kota, pedesaan, dan subkota. Jika dikaitkan dengan pengalaman hidup saya, saya adalah generai dimana teknologi merajai semuanya, teknologi menuntut kita untuk memiliki dan pandai dalam menggunakannya. Trend teknologi juga sangat menjamur sekarang-sekarang ini, tidak jauh-jauh, saya sendiri juga merasa seperti 'harus' memiliki teknologi terbaru saat ini. tidak mau dikatakan ketinggalan zaman.
Intinya, banyak sistem-sistem menurut Teori Bronfenbrenner yang mempengaruhi perkembangan kehidupan seseorang. Bahkan di kehidupan saya saja teori Bronfenbrenner membenarkannya. Semua sistem yang dikatakan teori memang benar adanya menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan saya, seperti hubungan antara saya dengan orang-orang disekitar saya, hubungan antara saya dengan budaya lahir saya, bahkan hubungan antara saya dengan kemajuan teknologi dan informasi saat ini. Tetapi yang dapat kita ambil maknanya adalah, bagaimanapun faktor yang mempengaruhi perkembangan seseorang hendaklah diambil bagian yang bermanfaatnya agar menjadi seseorang yang berguna. Semua sistem ini juga menuntut kita untuk pandai-pandai memilih dan menggunakan informasi yang kita dapat agar kita tahu mana informasi yang baik dan yang buruk. Semoga bagaimanapun sistem yang terdapat di teori ini memperngaruhi perkembangan kita, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya.
Terimakasih dan semoga bermanfaat (:
Monday, March 10, 2014
Psikologi Pendidikan dan Teknologi
Psikologi adalah studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental. Psikologi Pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.
Pengajaran : Proses pendidikan yang sebelumnya direncanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan serta dirancang untuk mempermudah belajar.
Pembelajaran : Proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Sejarah...
1. William James
Eksperimen di laboratorium tidak bisa menjelaskan bagaimana cara mengajar anak secara efektif. Penting mempelajari proses belajar dan mengajar dikelas. Si pendidik mengharuskan mempunyai tingkat kemampuan yang lebih tinggi, agar bisa membuka cakrawala berfikir si anak didik.
2. John Dewey
- Anak harus belajar aktif, tidak hanya duduk diam dikelas saja.
- Anak-anak seharusnya tidak belajar akademik saja dan harus beradaptasi di luar sekolah.
- Pendidikan berhak didapatkan semua orang.
3. E.L Thorndike
Tugas pendidikan disekolah yang terpenting adalah menanamkan keahlian penalaran pada anak.
- kemampuan abstraksi
- kemampuan mekanik
- kemampuan sosial
Cara Mengajar Yang Efektif
1. Pengetahuan dan Keahlian yang Profesional
- Penguasaan materi pelajaran
- Strategi pengajaran
- Pemahaman ; anak secara efektif menyusun dan membangun pengetahuan dan pemahaman
- keahlian manajemen kelas
- keahlian motivasional
- keahlian komunikasi
- bekerjasama secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural
- keahlian teknologi. memakai teknologi yang terbaik dan terkini agar anak dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
2. Komitmen dan Motivasi
- membawa sikap positif dan semangat kedalam kelas.
- membuat kelas menjadi nyaman
Keahlian Teknologi
Teknologi itu sendiri tidak selalu meningkatkan kemampuan belajar murid. Dibutuhkan syarat atau kondisi lain untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung proses belajar murid. Kondisi-kondisinya salah satunya adalah ; guru yang menguasai teknologi untuk pengajaran.
Guru yang efektif mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan komputer kedalam proses belajar dikelas. integrasi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan belajar murid, termasuk kebutuhan mempersiapkan murid untuk mencari pekerjaan dimasa depan, yang akan sangat membutuhkan keahlian teknologi dan keahlian berbasis komputer.
Guru yang efektif tahu cara menggunakan komputer dan cara mengajar murid untuk menggunakan komputer untuk menulis dan berkreasi. Guru yang efektif bisa mengevaluasi efektivitas games intruksional dan simulasi komputerm tahu cara menggunakan dan mengajari murid untuk menggunakan alat komunikasi komputer seperti internet. dan, guru yang efektif memahami dengan baik perangkat penting lainnya untuk mendukung pembelajaran murid yang cacat.
National Education Technology Standarts (NETS) sedang mengembangkan :
- Standar landasan teknologi untuk murid, yang mendeskripsikan apa yang harus diketahui oleh murid tentang teknologi dan tentang apa yang dapat dilakukan dengan teknologi tersebut.
- Standar penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar, yang mendeskripsikan bagaimana teknologi harus dipakai dalam kurikulum untuk belajar, mengajar, dan manajemen instruksional.
- Standar pendukung teknologi pendidikan, yang mendeskripsikan sistem,akses, pengembangan staf, dan perangkat teknologi secara efektif,
-Standar untuk penilaian murid dan evaluasi penggunaan teknologi, yang mendeskripsikan beragam cara untuk menilai kemajuan murid dan mengevaluasi penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar.
dan terakhir, teknologi sangat efektif untuk mengajar dan sekaligus belajar.
Sekian tentang Psikologi Pendidikan dan Teknologi. Semoga bermanfaat. Terimakasih (:
Subscribe to:
Posts (Atom)